Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa, SMK Cendika Bangsa Kepanjen meluncurkan program “Budaya Bahasa” yang unik dan inovatif, melibatkan seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, hingga karyawan.
Program ini mewajibkan penggunaan bahasa yang berbeda setiap minggunya di seluruh lingkungan sekolah, baik di dalam kelas, saat apel di lapangan, maupun dalam acara-acara resmi sekolah. Tujuannya mulia, yakni untuk menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap bahasa dan membangun budaya komunikasi yang positif.
Implementasi program ini dibagi secara tematis. Pekan pertama di bulan Oktober didedikasikan untuk Bahasa Jawa, di mana sapaan dan percakapan sehari-hari menggunakan krama atau dialek lokal. Memasuki pekan kedua, suasana sekolah berubah menjadi lebih internasional dengan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
Pekan ketiga menjadi momen untuk memperkuat identitas kebangsaan dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai puncaknya, pekan keempat mengusung tema “Multi Language” yang memberikan kebebasan bagi warga sekolah untuk berekspresi menggunakan berbagai bahasa yang mereka kuasai.
Koordinator Gerakan Literasi Sekolah, Ibu Fidayah, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan bagi para siswa.
“Tim literasi bercita-cita untuk menumbuhkan challenge untuk semangat anak-anak cinta bahasa dan bangga memakai bahasa sebagai identitas bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi sebuah upaya konkret untuk menjadikan bahasa sebagai bagian hidup yang dihargai. Hal ini terlihat dari penerapan bahasa tema mingguan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bahasa pengantar guru sebelum memulai pembelajaran hingga pemandu acara (MC) dalam setiap kegiatan sekolah.
Dengan adanya program Budaya Bahasa ini, SMK Cendika Bangsa berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kebanggaan terhadap kekayaan bahasa yang dimiliki bangsa.


