Kepanjen – Suasana belajar di SMK Cendika Bangsa tidak hanya milik siswa. Para guru dan karyawan juga memiliki wadah khusus untuk terus meng-upgrade diri melalui komunitas belajar internal bernama Jumat BERKAH (Berbagi Belajar di Sekolah).
Sesuai namanya, kegiatan ini rutin dilaksanakan pada hari Jumat, khususnya pada Jumat Wage. Pada Jumat, 24 Oktober 2025 lalu, komunitas Jumat BERKAH kembali menggelar pertemuan istimewa dengan tema “Sharing Session“. Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WIB ini dilaksanakan di Virtual Room SMK Cendika Bangsa.
“Sharing Session” kali ini menghadirkan dua pemateri dari latar belakang yang sangat berbeda namun sama-sama inspiratif. Pemateri pertama adalah Gus Fahrul Alamsyah (akrab disapa Gus Irul) dari Njabung, Malang. Beliau adalah sosok perintis di balik “Gubuk Baca Lentera Negri” yang kini telah sukses memiliki puluhan cabang.
Dalam paparannya, Gus Irul menekankan pentingnya literasi bagi generasi saat ini. Beliau menceritakan kisah jatuh bangunnya dalam merintis gubuk baca yang bertujuan memfasilitasi semua golongan anak muda. Sebagai penutup sesi yang menyentuh, Gus Irul juga mendonasikan banyak buku baru dan terkini untuk sekolah, dengan harapan dapat memotivasi siswa agar lebih giat membaca.
Pemateri kedua menghadirkan nuansa internasional. Ia adalah Fara Saeed, seorang Ph.D. Scholar dari Lahore, Pakistan. Sesi ini menjadi ajang praktik langsung bagi para guru dan karyawan, karena Fara Saeed menyampaikan seluruh materinya dalam Bahasa Inggris.
Fara menceritakan tentang sistem pendidikan di Pakistan. Ia menjelaskan bahwa Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang digunakan secara luas setelah Bahasa Urdu. Secara umum, sistem pendidikan di Pakistan memiliki kemiripan dengan Indonesia, yakni memiliki sekolah negeri dan swasta, serta menghadapi tantangan kesenjangan, terutama pada sekolah swasta yang mahal.
Fara menyoroti fakta menarik bahwa negara Pakistan sangat ambisius dalam pendidikan. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar untuk seluruh mata pelajaran, kecuali mata pelajaran Bahasa Urdu itu sendiri. Langkah ini diambil agar generasi muda Pakistan lebih mudah bersaing dan berkiprah di kancah internasional.
Melalui dua sesi ini, guru dan karyawan SMK Cendika Bangsa tidak hanya mendapatkan suntikan motivasi literasi dari praktisi lokal yang luar biasa, tetapi juga wawasan global mengenai praktik pendidikan di negara lain sekaligus mengasah kemampuan Bahasa Inggris mereka.


