industri fashion
Menjahit Mimpi di Arena LKS, Siswi SMK Cendika Bangsa Kepanjen Raih Juara 3 Fashion Technology

Dari sketsa hingga jahitan akhir, kompetisi jadi panggung ketekunan, kreativitas, dan daya tahan

Jarum bergerak cepat, mesin jahit berdengung tanpa henti, dan potongan kain perlahan menjelma menjadi karya. Di balik suasana penuh konsentrasi itu, tersimpan satu tujuan yang sama: menuntaskan karya terbaik dalam waktu yang terus berjalan. Itulah potret Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Kabupaten Malang 2026 bidang Fashion Technology, sebuah ajang yang bukan sekadar lomba, tetapi panggung nyata dunia industri bagi para siswa vokasi.

Digelar pada 6 Februari 2026, kompetisi ini menghadirkan atmosfer persaingan yang ketat sekaligus menantang. Sejak pagi hingga malam, tepatnya pukul 07.00 hingga 20.00 WIB, para peserta dituntut untuk tetap fokus, presisi, dan konsisten dalam setiap detail pekerjaan.

Dari Desain ke Busana, Proses yang Menguji Ketelitian

Di arena lomba, setiap peserta tidak hanya diminta membuat pakaian. Mereka harus menjalani seluruh tahapan seperti di industri fashion sesungguhnya. Dimulai dari merancang desain, kemudian berlanjut ke pembuatan pola, perhitungan bahan, proses menjahit, hingga tahap finishing.

Setiap langkah menjadi ujian. Bukan hanya keterampilan teknis yang dinilai, tetapi juga ketelitian, kreativitas, manajemen waktu, hingga ketahanan fisik dan mental.

Para guru pendamping hadir di balik layar, memastikan kesiapan siswa sebelum dan sesudah lomba. Namun ketika kompetisi dimulai, setiap peserta berdiri sendiri, mengambil keputusan, memperbaiki kesalahan, dan menyelesaikan karya dengan kemampuan terbaiknya.

Di tengah suasana yang dinamis, juri mengamati setiap detail pengerjaan. Setiap jahitan, potongan pola, hingga hasil akhir menjadi cerminan profesionalisme yang dituntut di dunia kerja.

Momen Penantian yang Berbuah Prestasi

Setelah melalui proses panjang, rangkaian kegiatan LKS ditutup pada 10 Februari 2026 di SMKN 1 Singosari. Suasana penutupan menjadi momen yang penuh harap sekaligus haru bagi para peserta.

Dari panggung tersebut, kabar membanggakan datang untuk SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Salah satu siswinya, Adinda Tiara Rahayu Lestari dari kelas XII Desain dan Produksi Busana, berhasil meraih Juara 3 bidang Fashion Technology.

Prestasi ini tidak lahir dalam sekejap. Di baliknya ada proses panjang, latihan, serta bimbingan dari Yuvila Rizky Dwi Arta sebagai pembimbing dan Dya Ratna Octavianing Putri sebagai guru pendamping yang setia mendampingi hingga hari perlombaan.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi para peserta, LKS bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka belajar tentang disiplin, ketepatan kerja, kontrol kualitas, serta etika profesional dalam tekanan waktu yang nyata.

Kompetisi ini juga menjadi cerminan bahwa pendidikan vokasi di Kabupaten Malang terus bergerak maju, semakin kompetitif, dan berorientasi pada kualitas.

Prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian mencoba, dan ketekunan mampu menjahit mimpi menjadi kenyata

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait