Puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jendela yang membuka perasaan, harapan, dan pemikiran terdalam seseorang. Inilah yang ingin disampaikan oleh para siswa SMK Cendika Bangsa dalam antologi puisi mereka yang bertajuk Menyelami Keberagaman Suara. Buku ini lahir dari tangan 75 siswa kelas X, XI, dan XII, bersama dengan bimbingan para guru tim literasi sekolah. Salah satu penulis utama, Iqfi Malidatul Khomsa, seorang guru Bahasa Indonesia, turut menyumbangkan inspirasinya dalam karya ini.
Dalam waktu satu bulan, proyek penulisan ini berjalan penuh semangat. Setiap bait yang tertulis adalah refleksi perjalanan batin dan realitas yang dihadapi para siswa. Dari impian yang melambung tinggi, keresahan akan masa depan, hingga potret kehidupan sosial yang mereka alami sehari-hari, semuanya terangkum dalam lembaran puisi yang menggugah emosi. Program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional menjadi wadah yang memungkinkan karya ini terwujud, dengan dukungan dari penerbit Nyalanesia.
Momen bersejarah pun tiba. Pada 25 Februari, Aula Moh. Said menjadi saksi peluncuran buku ini. Aula yang berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Islam Raden Rachmad itu dipenuhi oleh semangat literasi yang membara. Para siswa, guru, serta berbagai pihak yang peduli pada dunia kepenulisan turut hadir, merayakan pencapaian luar biasa ini. Suasana penuh apresiasi mewarnai setiap sudut ruangan, membuktikan bahwa kata-kata memiliki daya untuk menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang.
Menyelami Keberagaman Suara bukan hanya sekadar kumpulan puisi. Ia adalah perjalanan perasaan, cerminan pemikiran, dan simbol kebebasan berekspresi. Setiap kata yang tertulis di dalamnya mengajak pembaca untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan, keluarga, alam, dan harapan yang terus menyala. Dengan terbitnya buku ini, SMK Cendika Bangsa semakin meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang kuat, memberikan ruang bagi kreativitas, serta menanamkan kecintaan terhadap sastra di kalangan generasi muda.


