Kepanjen – Suasana berbeda terasa di kelas-kelas SMK Cendika Bangsa Kepanjen pada Rabu (11/3/2026). Hari ketiga kegiatan Pondok Ramadhan diisi dengan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung ibadah sholat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan spiritual siswa selama bulan Ramadhan. Melalui materi yang disampaikan, para siswa diajak memahami sekaligus mempraktikkan tata cara sholat yang benar sesuai tuntunan syariat.
Diawali Mengaji di Musholla dan RPS
Kegiatan dimulai sejak pagi hari di musholla sekolah dan ruang pembelajaran (RPS). Para siswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan mengaji menggunakan metode An Nashr dengan membaca serta memahami makna Surat Al-Ikhlas.
Setelah kegiatan mengaji selesai, siswa kemudian melanjutkan pembelajaran di kelas masing-masing dengan materi utama tentang shalat.
Praktik Sholat Dipandu Guru
Berbeda dari pembelajaran biasa, materi kali ini tidak hanya disampaikan melalui penjelasan teori. Para siswa juga langsung mempraktikkan gerakan dan bacaan sholat secara bersama-sama.
Di berbagai sudut kelas, terdengar lantunan bacaan sholat yang dilafalkan oleh para siswa. Guru mendampingi secara langsung untuk membimbing dan memperbaiki gerakan maupun bacaan sholat agar sesuai dengan tuntunan yang benar.
Kegiatan praktik ini membuat suasana kelas terasa lebih hidup sekaligus khidmat.
Memahami Syarat dan Rukun Sholat
Dalam materi yang dipelajari, dijelaskan bahwa sholat merupakan ibadah yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, serta harus dilaksanakan dengan memenuhi syarat dan rukun tertentu.
Para siswa mempelajari berbagai syarat sah sholat, seperti suci dari hadas dan najis, menutup aurat, menghadap kiblat, serta memastikan pelaksanaan sholat dilakukan pada waktunya.
Selain itu, mereka juga mempelajari rukun sholat yang berjumlah 17, mulai dari niat, berdiri bagi yang mampu, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam.
Materi tersebut juga membahas berbagai hal yang dapat membatalkan sholat, seperti berbicara dengan sengaja, makan atau minum, terbukanya aurat, hingga melakukan gerakan berlebihan yang bukan bagian dari sholat.
Bekal Ibadah Seumur Hidup
Melalui praktik langsung ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melaksanakan sholat dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar tentang sholat mungkin terlihat sederhana. Namun dari gerakan-gerakan itulah kedekatan seorang hamba dengan Allah dimulai.
Kegiatan Pondok Ramadhan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai spiritual dan kebiasaan ibadah yang baik kepada para siswa. Harapannya, apa yang dipelajari hari ini dapat menjadi bekal ibadah yang terus dijaga sepanjang kehidupan mereka. [Niswa]


