WhatsApp-Image-2026-03-14-at-21.53.45
Ramadhan di SMK Cendika Bangsa: Belajar Ibadah, Berkarya Lewat Seni, dan Menguatkan Kepemimpinan

Kepanjen – Suasana Ramadhan di lingkungan SMK Cendika Bangsa Kepanjen tahun ini terasa lebih semarak. Tidak hanya diisi dengan kegiatan ibadah, para siswa juga diajak memperdalam pemahaman agama sekaligus menyalurkan kreativitas melalui rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan dan Camp Ramadhan 1447 H/2026 M.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter sekolah yang mengusung tema “Lead With Faith: Kepemimpinan yang dilandasi iman, integritas, dan tanggung jawab.” Melalui tema tersebut, sekolah ingin menanamkan bahwa kepemimpinan sejati berangkat dari kekuatan iman dan akhlak yang baik.

Belajar Amaliah Ramadhan dari Hal Paling Dasar

Selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026, siswa mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan pembelajaran tentang amaliah ibadah sehari-hari yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan seorang muslim.

Materi yang diberikan disusun secara bertahap agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh siswa.

Hari pertama dimulai dengan pembahasan thaharah atau bersuci, termasuk praktik wudhu yang benar. Materi ini menjadi dasar penting sebelum menjalankan ibadah lainnya.

Pada hari kedua, pembahasan thaharah dilanjutkan dengan materi mandi besar, serta materi haid bagi siswa perempuan agar mereka memahami hukum-hukum ibadah secara lebih komprehensif.

Selanjutnya pada hari ketiga, siswa mendapatkan pendalaman materi shalat, mulai dari tata cara hingga pemahaman makna spiritual dalam setiap gerakannya.

Sementara pada hari terakhir, pembelajaran difokuskan pada puasa dan zakat fitrah, sebagai bagian dari ibadah yang tidak hanya bersifat personal tetapi juga memiliki dimensi sosial.

Menariknya, selain mengikuti pembelajaran agama, para siswa juga mempersiapkan penampilan seni Islami yang nantinya akan ditampilkan dalam kegiatan Camp Ramadhan.

Camp Ramadhan Perkuat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Camp Ramadhan yang dilaksanakan pada 13–15 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak merasakan pengalaman spiritual yang lebih mendalam melalui berbagai aktivitas kebersamaan.

Kegiatan seperti qiyamul lail, kultum, diskusi keagamaan, dan pembinaan kepemimpinan menjadi bagian dari rangkaian acara yang dirancang untuk membangun kemandirian dan kedisiplinan siswa.

Suasana kebersamaan selama kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah atau persaudaraan di antara para siswa.

Malam Inagurasi yang Penuh Kreativitas

Salah satu momen yang paling ditunggu dalam rangkaian Camp Ramadhan adalah malam pentas seni bertajuk Inagurasi.

Pada malam tersebut, berbagai penampilan menarik ditampilkan oleh para siswa yang sebelumnya telah dipersiapkan selama kegiatan Pondok Ramadhan.

Walaupun berlangsung hingga tengah malam, suasana kegiatan tetap berlangsung meriah. Para siswa menampilkan beragam karya seni yang kreatif dan inspiratif, mulai dari drama religi, shalawatan, tari Islami, musik patrol, musik akustik dari barang bekas, hingga puisi bersambung.

Melalui pentas seni tersebut, siswa tidak hanya menampilkan bakatnya di bidang seni, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai keislaman kepada para penonton.

Membentuk Generasi Berkarakter

Kepala SMK Cendika Bangsa, Abdulloh Muthi’, S.E, menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang bagaimana membangun iman, akhlak, dan kepemimpinan dalam diri siswa.

Melalui kegiatan Pondok Ramadhan dan Camp Ramadhan ini, SMK Cendika Bangsa berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang religius, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan. [Niswa]

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait