MTQ
SMK Cendika Bangsa Raih Juara 3 MTQ di Ajang Rover Ranger Competition XVIII

Kepanjen – Prestasi membanggakan kembali diraih SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Dua siswa terbaiknya berhasil meraih Juara 3 bidang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dalam ajang Funky Rover Ranger Competition XVIII tingkat Jawa Timur dan sekitarnya.

Kompetisi tersebut diselenggarakan di IAI Sunan Giri Ponorogo pada 7 Februari 2026, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Dua Siswa Raih Prestasi

Prestasi ini diraih oleh:

  • Kautsar Zimzami Al Ghazali (XI WKo Wisata)

  • Daniel Rosyid (X TKJ)

Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil, tajwid, serta penghayatan yang baik, sehingga mampu bersaing dengan peserta lain.

Bukti Pembinaan Karakter dan Spiritual

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa SMK Cendika Bangsa tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan akademik dan vokasi, tetapi juga memperhatikan pembinaan karakter serta spiritual siswa.

Bidang MTQ menuntut ketekunan, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa mampu menyeimbangkan antara kompetensi dunia dan nilai-nilai keagamaan.

Motivasi untuk Terus Berprestasi

Prestasi yang diraih diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik, keterampilan, maupun keagamaan.

Dengan dukungan sekolah dan pembinaan yang berkelanjutan, SMK Cendika Bangsa Kepanjen terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.

Selamat dan sukses untuk para juara!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait